Thursday, September 15, 2005

Puluhan Pelajar SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Kesurupan

Lubuk Pakam, (Analisa)

Puluhan pelajar SMA Negeri I Jalan Wahidin Lubuk Pakam, Rabu (14/9) tengah hari kesurupan yang membuat semua yang ada di sekolah itu menjadi heboh dan bingung.

Kejadian berawal saat Dwi siswi kelas 10-8 dan Yani kelas 10-4 yang baru kembali dari arah mushala tiba tiba saja kejang. Kedua siswi yang masih bersaudara itu seperti tolak tolakan dari arwah yang merasuki tubuh mereka.

Saat teman dan guru mencoba melakukan pertolongan, tiba tiba saja beberapa siswa lain mengalami hal yang sama. Kesurupan yang dialami siswa bermacam macam, ada yang menjerit jerit, tertawa, mengoceh dan berlari di halaman sekolah dan situasi itu berlangsung sekitar dua jam.

Pihak gurupun lalu meminta bantuan kepada dua orang pintar, ustadz Sunarto dan temannya yang dipanggil untuk menetralisir suasana heboh itu dengan memberikan pengobatan diiringi alunan ayat ayat suci Al Qur’an.

Semua siswa yang kesurupan tampak sangat lemas dan lemah dan bagi yang sadar langsung dibawa pulang temannya maupun orangtua atau keluarganya yang datang setelah menerima kabar itu.

Wakil kepala sekolah Drs Wahidin Sinambela yang ditemui mengatakan, dari siswa yang kesurupan ada yang mengatakan akan merasuk kepada 25 orang dan di sekolah itu memang sudah sering terjadi hal seperti itu, malah menimpa mahasiswa yang PKL di situ.

Biasanya kesurupan hanya menimpa dua atau tiga orang saja dan kali ini jumlahnya begitu banyak sampai mengggangu dua jam mata pelajaran terakhir, karena semua yang ada di sekolah itu tampak bingung dan turut memberi pertolongan kepada temannya yang terkena musibah.

Untuk mengantisipasinya, bekerja sama dengan komite sekolah, sekolah itu dibersihkan orang pintar dari Kecamatan Beringin, namun orang pintar mengatakan penunggunya tak bisa dikeluarkan dari sekolah itu dan selanjutnya ditempatkan di sumur tua yang ada di bagian belakang sekolah.

Apakah penunggu yang kini ditempatkan di sumur tua itu yang mengganggu para siswa itu, tak diketahui. (sk)

Sumber: Harian Analisa 15 September 2005

No comments: