Seorang bocah balita dikabarkan telah disunat jin di Purwakarta. Berita itu menggegerkan warga. Banyak warga tak yakin dengan berita itu, namun faktanya memang terjadi.
Warta Kota yang datang pada Minggu (25/9) itu berhasil mengambil gambar si balita. Itu pun diambil saat si balita sedang tidur. Balita yang disunat jin itu bernama Wildan Wijaya Kusuma (4,5). Sedangkan orangtuanya bernama Maman Suparman (50) dan Siti Khadijah (36) warga Desa Cibening RT 07/03, Kecamatan Bungursari, Purwakarta.
Kepada Warta Kota, Siti mengatakan bahwa kejadian aneh itu diketahui pada Sabtu (24/9) sore ketika Siti hendak memandikan anaknya. "Sebelumnya saya mengisi bak air yang letaknya di dekat kantor KUA di samping rumahnya. Setelah bak air penuh saya memanggil Wildan. Tetapi anak saya itu nggak mau datang," ujar Siti.
Meski dipanggil beberapa kali, Wildan bergeming. Balita berkulit putih itu tetap saja berdiri di pintu belakang Kantor Kepala Desa Cibening. Kantor itu tepat berada di depan rumah Siti. Setelah beberapa menit berdiri di salah satu pintu bercat merah di Kantor Kepala Desa Cibening, tiba-tiba Wildan berteriak kesakitan. "Aduh sakit, aduh sakit," ujar Wildan. Mendengar anaknya meringis, Siti segera menghampiri Wildan. Saat ditanya apa yang sakit, Wildan mengaku bahwa kelaminnya yang sakit.
Pada awalnya Siti mengira bahwa kelamin anak keduanya itu digigit semut. Oleh karena itu, dia membuka celana pendek yang dipakai Wildan. Namun sebelum membuka celananya, Wildan meringis. Oleh karena itu dia mengurungkan niatnya. Untuk mengurangi rasa sakit anaknya itu, Siti membawa Wildan ke dalam rumah. Wildan pun diberi susu sebagai minuman favoritnya. Setelah Wildan agak tenang, Siti kembali bertanya kepada anaknya itu. Sekali lagi Wildan mengaku bahwa kelaminnya sakit.
Kali ini Siti berhasil membuka celana pendek Wildan. Dia pun kaget karena Siti melihat kelamin anaknya sudah tersunat. "Anehnya tidak ada darah sedikit pun yang menetes di celana anak saya. Bahkan bentuk kelamin anak saya pun begitu bagus, layaknya kelamin yang sudah sembuh dari sunat," kata wanita yang sudah bekerja selama empat tahun sebagai bidan di Puskesmas Pembantu Desa Cibening, Purwakarta itu.
Sebagai orang yang bekerja di dunia medis, Siti tidak begitu saja menerima kenyataan itu. Untuk memastikannya, wanita beranak dua tersebut kembali melihat kelamin anaknya. Bahkan dia membolak-balik kelamin Wildan. Namun hasilnya tetap bahwa kelamin Wildan seperti kelamin yang sudah disunat.
Anehnya meski sudah disunat jin, pagi keesokan harinya Wildan kembali bermain seperti biasa. Dengan lincah, Wildan mengendarai sepeda, bermain bola, dan berlarian bersama teman-temannya. Bahkan dengan lugunya Wildan kerap mempertontonkan kelaminnya itu kepada teman-temannya.
Siti jadi bingung, karena kondisi seperti ini tidak menggambarkan perilaku bocah yang telah disunat. " Biasanya kan kalau habis disunat, jangankan lari untuk jalan aja kan agak sakit. Tapi ini berbeda. Bahkan kalau saya tanya, Wildan mengaku tidak merasakan apa-apa," ujar Siti.
Karena penasaran, Siti pun bertanya kepada Wildan. Dengan lugunya Wildan mengutarakan bahwa pada Sabtu (24/9) sore itu dia ditemui seseorang. Mahluk yang tak dikenalnya itu berdiri di pintu belakang Kantor Kepala Desa Cibening yang lokasinya tepat di depan rumah Siti. Mahluk itu berwajah putih bersih dan mengenakan peci hitam dan pakaian hitam. Saat itu Wildan sedang bermain di sekitarnya. Setelah beberapa detik melihat sosok mahluk halus itu, Wildan langsung merasa kesakitan di kelaminnya.
Untuk meyakinkan, Siti mengaku akan memeriksakan anaknya ke dokter. Namun dia menunggu Senin (26/9) karena dokter praktik pada hari Minggu jarang ada yang buka. "Lagi pula saya menunggu apakah kelamin anak saya akan kukup kembali. Kalau sampai besok kelaminnya tetap seperti sekarang (sudah disunat), maka akan saya bawa ke dokter. Dan kalau ternyata dari sisi medis dinyatakan belum disunat, biarlah sekalian disunat saja," tambah Siti.
Angker
Ketika ditanya apakah di sekitar tempat tinggalnya itu angker, Siti mengaku bahwa rumah dinasnya itu dikenal seram. " Sebelum saya menempati rumah dinas ini ada yang bilang bahwa di kantor Kepala Desa itu memang ada penunggunya. Tapi saya belum pernah melihatnya," tutur Siti.
Tidak itu saja, Siti sendiri pernah melihat sesosok ular besar berwarna kuning tergoler di depan rumahnya. " Awalnya saya kaget, tapi saya pasrah saja. Kalau memang setan atau sejenisnya saya harap jangan sampai mengganggu," katanya. Akhirnya ular itu pergi menuju belekang rumahnya yang masih dipenuhi pohon-pohon besar.
Dari banyak cerita seram itulah, kata Siti, rumah dinas yang dipakainya sekarang ini tidak ada yang mau menempati. Namun bagi Siti, segala sesuatunya diserahkan kepada Tuhan. Dia percaya hal-hal gaib tapi dia berprinsip kalau manusia tidak mengganggu, makhluk halus pun tidak akan mengganggu. (Get)
Warta Kota yang datang pada Minggu (25/9) itu berhasil mengambil gambar si balita. Itu pun diambil saat si balita sedang tidur. Balita yang disunat jin itu bernama Wildan Wijaya Kusuma (4,5). Sedangkan orangtuanya bernama Maman Suparman (50) dan Siti Khadijah (36) warga Desa Cibening RT 07/03, Kecamatan Bungursari, Purwakarta.
Kepada Warta Kota, Siti mengatakan bahwa kejadian aneh itu diketahui pada Sabtu (24/9) sore ketika Siti hendak memandikan anaknya. "Sebelumnya saya mengisi bak air yang letaknya di dekat kantor KUA di samping rumahnya. Setelah bak air penuh saya memanggil Wildan. Tetapi anak saya itu nggak mau datang," ujar Siti.
Meski dipanggil beberapa kali, Wildan bergeming. Balita berkulit putih itu tetap saja berdiri di pintu belakang Kantor Kepala Desa Cibening. Kantor itu tepat berada di depan rumah Siti. Setelah beberapa menit berdiri di salah satu pintu bercat merah di Kantor Kepala Desa Cibening, tiba-tiba Wildan berteriak kesakitan. "Aduh sakit, aduh sakit," ujar Wildan. Mendengar anaknya meringis, Siti segera menghampiri Wildan. Saat ditanya apa yang sakit, Wildan mengaku bahwa kelaminnya yang sakit.
Pada awalnya Siti mengira bahwa kelamin anak keduanya itu digigit semut. Oleh karena itu, dia membuka celana pendek yang dipakai Wildan. Namun sebelum membuka celananya, Wildan meringis. Oleh karena itu dia mengurungkan niatnya. Untuk mengurangi rasa sakit anaknya itu, Siti membawa Wildan ke dalam rumah. Wildan pun diberi susu sebagai minuman favoritnya. Setelah Wildan agak tenang, Siti kembali bertanya kepada anaknya itu. Sekali lagi Wildan mengaku bahwa kelaminnya sakit.
Kali ini Siti berhasil membuka celana pendek Wildan. Dia pun kaget karena Siti melihat kelamin anaknya sudah tersunat. "Anehnya tidak ada darah sedikit pun yang menetes di celana anak saya. Bahkan bentuk kelamin anak saya pun begitu bagus, layaknya kelamin yang sudah sembuh dari sunat," kata wanita yang sudah bekerja selama empat tahun sebagai bidan di Puskesmas Pembantu Desa Cibening, Purwakarta itu.
Sebagai orang yang bekerja di dunia medis, Siti tidak begitu saja menerima kenyataan itu. Untuk memastikannya, wanita beranak dua tersebut kembali melihat kelamin anaknya. Bahkan dia membolak-balik kelamin Wildan. Namun hasilnya tetap bahwa kelamin Wildan seperti kelamin yang sudah disunat.
Anehnya meski sudah disunat jin, pagi keesokan harinya Wildan kembali bermain seperti biasa. Dengan lincah, Wildan mengendarai sepeda, bermain bola, dan berlarian bersama teman-temannya. Bahkan dengan lugunya Wildan kerap mempertontonkan kelaminnya itu kepada teman-temannya.
Siti jadi bingung, karena kondisi seperti ini tidak menggambarkan perilaku bocah yang telah disunat. " Biasanya kan kalau habis disunat, jangankan lari untuk jalan aja kan agak sakit. Tapi ini berbeda. Bahkan kalau saya tanya, Wildan mengaku tidak merasakan apa-apa," ujar Siti.
Karena penasaran, Siti pun bertanya kepada Wildan. Dengan lugunya Wildan mengutarakan bahwa pada Sabtu (24/9) sore itu dia ditemui seseorang. Mahluk yang tak dikenalnya itu berdiri di pintu belakang Kantor Kepala Desa Cibening yang lokasinya tepat di depan rumah Siti. Mahluk itu berwajah putih bersih dan mengenakan peci hitam dan pakaian hitam. Saat itu Wildan sedang bermain di sekitarnya. Setelah beberapa detik melihat sosok mahluk halus itu, Wildan langsung merasa kesakitan di kelaminnya.
Untuk meyakinkan, Siti mengaku akan memeriksakan anaknya ke dokter. Namun dia menunggu Senin (26/9) karena dokter praktik pada hari Minggu jarang ada yang buka. "Lagi pula saya menunggu apakah kelamin anak saya akan kukup kembali. Kalau sampai besok kelaminnya tetap seperti sekarang (sudah disunat), maka akan saya bawa ke dokter. Dan kalau ternyata dari sisi medis dinyatakan belum disunat, biarlah sekalian disunat saja," tambah Siti.
Angker
Ketika ditanya apakah di sekitar tempat tinggalnya itu angker, Siti mengaku bahwa rumah dinasnya itu dikenal seram. " Sebelum saya menempati rumah dinas ini ada yang bilang bahwa di kantor Kepala Desa itu memang ada penunggunya. Tapi saya belum pernah melihatnya," tutur Siti.
Tidak itu saja, Siti sendiri pernah melihat sesosok ular besar berwarna kuning tergoler di depan rumahnya. " Awalnya saya kaget, tapi saya pasrah saja. Kalau memang setan atau sejenisnya saya harap jangan sampai mengganggu," katanya. Akhirnya ular itu pergi menuju belekang rumahnya yang masih dipenuhi pohon-pohon besar.
Dari banyak cerita seram itulah, kata Siti, rumah dinas yang dipakainya sekarang ini tidak ada yang mau menempati. Namun bagi Siti, segala sesuatunya diserahkan kepada Tuhan. Dia percaya hal-hal gaib tapi dia berprinsip kalau manusia tidak mengganggu, makhluk halus pun tidak akan mengganggu. (Get)
Sumber: Kompas, Senin 26 September 2005
No comments:
Post a Comment